Disetujui Walikota Gorontalo, Begini Persiapan Festival 24.000 Tumbilotohe oleh Panitia TM dan KKB

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Festifal 24.000 Tumbilotohe, Ismail Bau. Semakin lama tradisi tumbilotohe di Gorontalo semakin redup, terlebih di tahun 2020 perayaan tumbilotohe ditiadakan karena adanya COVID-19.

Tilongkabilanews.com – Memasuki hari ke-lima Ramadhan, tampak sepanjang jalan Tanggida’a Kilometer 2 mulai dihiasi dengan bambu-bambu putih untuk pemasangan tumbilotohe.

Hal ini sebagai bentuk perwujudan dari rencana diselenggarakannya Festival 24.000 Tumbilotohe oleh Dewan Penyantun Tanggida’a Mulolo (TM), Memmy Soraya bersama pengurus TM dan Kerukunan Keluarga Bau (KKB).

Tumbilotohe atau perayaan pemasangan lampu botol di rumah-rumah penduduk dan di jalan-jalan ini, merupakan tradisi di Gorontalo pada setiap 3 malam terakhir Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Festifal 24.000 Tumbilotohe, Ismail Bau. Semakin lama tradisi tumbilotohe di Gorontalo semakin redup, terlebih di tahun 2020 perayaan tumbilotohe ditiadakan karena adanya COVID-19.

“Padahal dulu, Tanggida’a ini pernah mencapai puncak perayaan Tumbilotohe teramai. Olehnya, di zaman milenial ini kami panitia bermaksud ingin mengembalikan masa-masa dimana tumbilotohe ramai dengan lampu botol. Artinya, meski hidup di zaman milenial tetapi ketika melewati Tanggida’a teringat kembali zaman mulolo,” jelas Ismail ketika diwawancarai wartawan Tilongkabila News pada Senin, (19 April 2021).

Ismail Bau juga mengabarkan bahwa persiapan Festifal 24.000 Tumbilotohe sudah mencapai 40%, dengan target penyelesaian 70-80% dalam seminggu.

“Kami menyiapkan segalanya dari minyak tanah, bambu-bambu, dan juga botol-botolnya. In syaa Allah tidak hanya di rumah penduduk dan sepanjang jalan Tanggida’a, tetapi juga saluran-saluran air akan dihiasi dengan lampu botol”. Tutup Ismail Bau.

Sementara itu, Jumaedy Ishak selaku Sekretaris Panitia Penyelenggara Festival 24.000 Tumbilotohe mengaku bahwa lampu botol akan dikolaborasikan dengan lampu listrik.

“Kira-kira lampu listrik ini akan kami patok di tengah-tengah perempatan Tanggida’a. Ada juga yang menghiasi jalan, panjangnya 538 meter, itu kami pesan lampunya dari Makassar,” ungkap Jumaedy.

Tidak hanya itu, Jumaedy Ishak juga mengatakan bahwa dirinya dan rekan-rekan panitia sangat bersyukur karena kegiatan Festival 24.000 Tumbilotohe telah mendapat persetujuan dari Walikota Gorontalo, Marten Taha.

“Bahkan Pak Marten sendiri menjanjikan untuk mengerahkan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam pelaksanaan Festival 24.000 Tumbilotohe ini,” ujar Jumaedy ketika ditemui disela-sela kegiatannya.

Dikabarkan pula bahwa untuk lebih memeriahkan kegiatan Festival 24.000 Tumbilotohe, panitia juga akan mengundang sejumlah pejabat tinggi asal Gorontalo yang berada di Jakarta seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno; Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa; Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali; Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rachmad Gobel; Anggota DPR RI, Elnino Mohi; Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina, Roem Kono; serta Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Lamahu se-Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Fadel Muhammad. (avi)