Salah Kaprah dalam Memaknai Festival, TM dan KKB Terbukti Sukses di Malam Tumbilotohe

"Kita berkiprah lagi di malam tumbilotohe ini setelah 11 tahun redup, makanya saya mengucapkan banyak terima kasih khususnya kepada Ibu Haja Memmy Soraya yang sudah memberikan dukungan secara moril dan materil. Luar biasa! Ini benar-benar spektakuler," ujar Roy Bau yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gorontalo.

Tilongkabilanews.com – Setelah sebelumnya menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat Gorontalo tentang ditiadakannya festival tumbilotohe, karena pemerintah menilai ‘Festival’ merupakan sebuah ‘Perlombaan’. Pada akhirnya, tumbilotohe tetap menghiasi Provinsi Gorontalo di tiga malam terakhir Ramadhan 1442 Hijriah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri, tidak ada makna yang menunjukkan bahwa kata ‘Festival’ berarti perlombaan. KBBI menjelaskan bahwa ‘Festival’ adalah hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting dan bersejarah bagi rakyat, yang juga bisa disebut sebagai pesta rakyat. Hanya saja oleh masyarakat Indonesia, kata ‘Festival’ acap kali digunakan dalam berbagai perlombaan sehingga dalam hal ini telah terjadi salah kaprah pemaknaan ‘Festival’.

Terlepas dari itu, Tanggidaa Mulolo (TM) dan Kerukunan Keluarga Bau (KKB) terbukti sukses dalam menyalakan 24.000 tumbilotohe. Terhitung sejak Sabtu (8/5/2021) hingga Senin (10/5/2021) malam, sepanjang jalan Tanggidaa dipadati dengan kerumunan kendaraan dan warga dari berbagai penjuru Provinsi Gorontalo yang ingin melihat secara dekat keindahan tumbilotohe. Tidak sedikit warga yang menunjukkan kekagumannya bahkan mengabadikannya dalam bentuk foto dan video.

“Gaga lampu di Tanggidaa aam,” puji Kato yang berprofesi sebagai abang bentor, ketika tak sengaja mengobrol dengan awak media Tilongkabila News yang saat itu sedang menaiki kendaraannya.

Roy Bau selaku Pendiri dan Pembina TM mengaku tidak menemui kendala sedikitpun selama persiapan pemasangan 24.000 tumbilotohe, justru berulang kali ia sampaikan banyak terima kasih kepada anggota TM, KKB, dan panitia penyelenggara yang telah berhasil menyukseskan malam tumbilotohe di Tanggidaa.

“Kita berkiprah lagi di malam tumbilotohe ini setelah 11 tahun redup, makanya saya mengucapkan banyak terima kasih khususnya kepada Ibu Haja Memmy Soraya yang sudah memberikan dukungan secara moril dan materil. Luar biasa! Ini benar-benar spektakuler,” ujar Roy Bau yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gorontalo.

Seperti diketahui sebelumnya Memmy Soraya yang merupakan Ketua Departemen Keagaaman Lamahu Jabodetabek, dalam kepengurusan Tanggidaa Mulolo, Memmy bertindak sebagai Dewan Penyantun. Dimana rencana dilaksanakannya malam tumbilotohe dengan 24.000 lampu yang menghiasi Tanggidaa sudah direncanakannya jauh hari sebelum Ramadhan bersama anggota TM dan KKB.

Sehingga tidak heran lagi, TM dan KKB memiliki persiapan yang matang dalam pelaksanaan malam tumbilotohe. Terlebih Walikota Gorontalo, Marten Taha benar menepati janjinya dalam mengerahkan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menjaga tertibnya lalu lintas di malam-malam padatnya kendaraan di Bulan Ramadhan.

“Pesan saya kepada masyarakat Gorontalo, jangan terlena dengan keindahan malam tumbilotohe. Artinya disini tetap memperhatikan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, banyak mencuci tangan sesuai anjuran pemerintah,” tutup Roy Bau. (avi)