Tanaman Herbal Sereh Wangi asal Indonesia Tembus Pasar Ekspor untuk Bahan Baku Parfum

Pemilik perusahaan PT CIPTA KASTINDO PERSADA yang juga Ketua Markas Daerah LASKAR MERAH Provinsi Gorontalo Risno Yusuf saat bertemu dengan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim.

GORONTALO (Tilongkabilanews.com)- Minyak Sereh Wangi atau  yang dikenal Timbuwale Moonu ternyata memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan dan harganya pun menjanjikan memberikan keuntungan yang fantastis.

Bahkan komoditi minyak Sereh Wangi ini bisa tembus pasar ekspor. Bukti pembeli dari luar negeri, terutama pasar negara-negara Eropa dan Timur Tengah untuk dijadikan bahan dasar parfum.

Terkait potensi pasar dan harga jualnya bagus, PT. CIPTA KASTINDO PERSADA  menjalin kerjasama dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) LASKAR MERAH PUTIH Markas Daerah Provinsi Gorontalo untuk mengembangkan budidaya penanaman tanaman herbal Sereh Wangi di Provinsi Gorontalo.

Pemilik perusahaan PT CIPTA KASTINDO  PERSADA yang juga Ketua Markas Daerah LASKAR MERAH Provinsi Gorontalo, Risno Yusuf mengemukakan, pihaknya dan Ormas LAKSAR MERAH PUTIH akan menjalin kerjasama untuk memberdayakan masyarakat Gorontalo, khususnya petani melalui kegiatan penanaman tanaman herbal Sereh Wangi.

‘’Tujuan pemberdayaan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya petani di Gorontalo,’’ujar Risno Yusuf.

tamanan herba; Sereh Wangi yang dibudidayakan di perkebunan milik PT PT. Cipta Kastindo Persada, di Jonggol,, Bogor, Jawa Barat.

Untuk itu, lanjut Risno, pihaknya memperkenalkan tanaman herbal tersebut ke para petani, karena potensi pasarnya menarik dan harga jualnya pun bagus.

‘’Perlu diketahui harga jual minyak Sereh Wangi saat ini di pasar internasional bisa mencapai Rp 165 ribu hingga Rp 450 ribu per liter. Sementara biaya yang diperlukan untuk pembelian bibit dengan luas lahan satu haktare diperlukan sebesar Rp7.500.000 per hektare ditamban pembelian pupuk sebesar Rp 15 juta per hektare dan biaya pengolahan tanah Rp 1,5 juta per hektare. Jadi total biaya yang perlu diprsiapkan sebesar Rp 24 juta per hektare’’beber Risno.

Kata Risno, dia sendiri menekuni bisnis budaya daya Sereh Wangi ini sudah lama, yaitu sudah 26 tahun dengan lokasi perkebunan di Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

Adapun terkait rencana budidaya tanaman Sereh Wangi di Gorontalo, PT CIPTA KASTINDO  PERSADA,  dan Ormas LAKSAR MERAH PUTIH, kata Risno akan menanam Sereh Wangi di atas lahan 8.000 Hektare dengan sistem plasma.

Untuk merealisasikan rencana penanaman tanaman hebal Sereh Wangi di Gorontalo tersebut, pihak pimpinan PT CIPTA KASTINDO PERSADA pun  mennyampaikan potensi usaha budidaya tanaman tersebut kepada pelindung dan penasehat  Markas Daerah LASKAR MERAH PUTIH Provinsi Gorontalo, Idris Rahim yang juga saat ini sebagai Wakil Gubernur Gorontalo.

‘’ Saya sampaikan kepada pelindung dan penasehat LASKAR MERAH PUTIH Provinsi Gorontalo,  Pak Idris Rahim , kalau PT CIPTA KASTINDO PERSADA tertarik untuk memperkenalkan dan membudidayakan tanaman herbal Sereh Wangi di Gorontalo. Terait dengan itu,perusahaan akan menyiapkan bibit dan pupuk serta biaya pengolahan tanah. Sementara hasil panennya akan dibeli oleh perusahaan dengan harga Rp 25 juta per hektar tanpa potongan biaya bibit, pupuk dan pengolahan tanah,’’jelas Risno.

Risno menerangkan lebih lanjut, tanaman Sereh Wangi ini, waktu  penanamannya hanya cukup satu kali dalam kurun waktu 5 tahun.  Adapun yang dipanen oleh petani adalah daunnya setiap tiga bulan,

‘’ Jadi  dalam satu tahun bisa dilakukan  empat kali panen dengan memperoleh penghasilan sebesar harga Rp25 juta per hektar per panen. Jadi total pendapatan petani bisa sebesar Rp 100 juta. Sementara biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp 24 juta per hektare. Karena itu masih ada untung yang sangat besar’’tuturnya.

Risno mengemukakan,dalam waktu dekat perusahaan akan membuka lowongan kerja dengan menerima 1000 (seribu) karyawan untuk ditempatkan di seluruh desa se Provinsi Gorontalo.

Ini produk minyak Serh Wangi yang memiliki harga jual cukup bagus. Produk minyak Sereh Wangi ini banyak diminati pembeli di luar negeri untuk dijadikan bahan baku pembuatan parfum.

‘’Para karyawan itu nanti akan diberi gaji atau upah Rp  3 juta per bulan. Adapun tugas mereka adalah mengkoordinir lahan dan petani yang melakukan penanaman tanaman sereh wangi,’’kata Risno

Kata Risno, perusahaan juga sudah menggadeng institusi POLRI dan TNI serta instansi pemerintah terkait dan memberikan insentif khusus setiap panen.

‘’ Kerjasama ini nantinya akan memberdayakan sekitar 200 kepala keluarga setiap desa se Provinsi Gorontalo. Jadi total yang akan diberdayakan yaitu 200 KK x 800 desa = 160.000 KK se Provinsi gorontalo.,’’ucap Risno.

Adanya kerjasama dalam memberdayakan masyarakat ini, nantinya diharapkan bisa menekan tingkat kemiskinan di Provinsi Gorontalo yang masih tinggi yaitu 15,59 persen. Dari catatan statistik menunjukkan angka tingkat kemiskinan Provinsi Gorontalo berada diurutan ke 5 dari 34 provinsi di Indonesia. (Azis Moonti).