Semua Pejabat yang Datang ke Gorontalo Jangan Arogan Menolak Rapid Antigen

Gorontalo Rusli Habibie setelah tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo dan menjalani Rapid Antigen, Rabu (13/10/2021). Foto – Isam .

KABGOR (Tilongkabilanews.com)-Semua pejabat yang datang ke Gorontalo melalui bandar udara (bandara) maupun pelabuhan laut untuk tidak menunjukkan arogansi dengan menolak Rapid Antigen.

‘’Semua orang yang datang ke Gorontalo, baik melalui bandara maupun laut, termasuk para pejabat terlebih dahulu harus diperiksa Rapid Antigen. Kebijakan ini diambil untuk melindungi warga dan melindungi diri yang bersangkutan dan keluarganya,’’tegas Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie setelah tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo dan menjalani Rapid Antigen, Rabu (13/10/2021).

Gubernur Gorontalo dua priode itu mengemukakan pemeriksaan Rapid Antigen ini tidak bayar, gratis. Kenapa harus  protes? Karena itu, Rusli pun mengimbau masyarakat untuk pulang (tidak ikut Rapid). Jangan memperlihatkan arogansi dari seorang pejabat, justru sebaliknya dia  mohon pejabat memberi contoh yang baik.

Gubernur Rusli tiba dengan pesawat Batik Air sekitar pukul 11.20 WITA. Sebelum meninggalkan ruang kedatangan, Rusli diarahkan ke meja petugas rapid antigen yang sudah menunggu. Hanya butuh waktu tidak lebih dari lima menit ia sudah diperiksa antigen Covid-19 dengan hasil non reaktif.

“Saya pak Kapolda, Pak Kajati, Pak KPT tiba di Gorontalo langsung Rapid antigen juga, untuk memastikan kita benar benar steril. Untuk keluarga, anak istri kita di rumah. Itu tujuannya termasuk untuk (penumpang) penyebarangan ferry dan pelabuhan,” imbuhnya.

Rusli menilai Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 360/BPBD/781/VII/2021 sudah sejalan dengan SE Kasatgas No. 14 dan SE Kasatgas No. 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19. Ia juga meminta kebijakan tersebut tidak dibanding-bandingkan dengan bandara lain.

“Jangan dibanding-bandingkan dengan bandara lain. Kita juga punya kearifan lokal, kita punya Forkopimda. Kita rapatkan, kita putuskan bersama dan harus patuh,” tegasnya.

Beberapa pekan lalu beredar video salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Resvin Pakaya mengamuk di bandara karena menolak di rapid antigen. Ia berdalih masih mengantongi hasil negatif tes PCR yang masih berlaku saat keberangkatan menuju Gorontalo.

Aksi Resvin itu pun sempat terekam dan viral di media sosial.

Ia sudah dilaporkan oleh Satgas Covid-19 ke pihak kepolisian dan kasusnya sedang berproses.(Asmoonti).