Gubernur  Rusli : Pengolahan Beras Premium Miliki Potensi Pasar  yang Besar 

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meresmikan gilingan padi generasi baru atau lebih dikenal dengan Rice Miling Unit (RMU) bertempat di Desa Padengo, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Jumat (15/10/2021). Peresmian ditandai dengan penguntingan pita dan penggilan gabah perdana.

POHUWATO(Tilongkabilanews.om)- Pengolahan beras premium memiliki potensi pasar yang besar. Toko retail hanya menerima kualitas terbaik. Program bantuan pangan non tunai dari pemerintah pusat butuh beras premium 1.800 ton per tahun.

‘’ Belum lagi kebutuhan beras untuk program Bakti Sosial NKRI Peduli lebih kurang 950 ton untuk 95.000 KPM,’’kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat meresmikan gilingan padi generasi baru atau lebih dikenal dengan Rice Miling Unit (RMU) bertempat di Desa Padengo, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Jumat (15/10/2021).

Rusli melanjutkan RMU  yang dibangun di Desa Padengo ini merupakan bantuan APBN . RMU ini sebagai salah satu gilingan padi tercanggih yang mampu menghasilkan beras premium dengan harga Rp10.000 hingga Rp13.000 per kilogram.

Spesifikasi kualitas input sebesar 1.148,71 kg/jam terdiri dari husker, polisher, separator, elevator. Ada juga motor penggerak husker, motor penggerak polisher dan rice grader.

“Awal tahun lalu kita danai dari APBD satu unit di Bone Bolango dan sekarang sudah beroperasi. Pada APBD Perubahan kami anggarkan lagi tiga unit untuk dibangun di Gorontalo Utara, Boalemo dan Kabupaten Goronralo,” ucap Gubernur Rusli.

Dengan adanya RMU ini, Rusli berharap kualitas beras di Gorontalo bisa semakin baik dan bisa bersaing dengan daerah lain.

‘’Selama ini, beras Gorontalo memiliki harga yang relatif rendah, karena pengolahan pasca panen tidak berjalan baik,’’tutur Gubernur Gorontalo dua priode ini menjelaskan.

Dikatakan Rusli, Kelompok Tani Semangat Membangun II sebagai operator RMU bisa mendirikan koperasi petani.

Koperasi itu, ujar Rusli menjadi wadah bagi semua kelompok tani Pohuwato dalam mengolah sawah secara terpadu dimulai dari benih, pupuk dan alat mesin pertanian yang mudah dan murah diakses.

“Kita bantu alat ini syaratnya bentuk suatu koperasi. Petani mengolah hasil panen di gilingan itu. Pupuk, alat mesin pertanian semua disediakan. Petani tinggal menikmati hasilnya. Kalau sendiri sendiri harganya dimainkan, kasihan petani,” Imbuh Rusli. (Asmoonti).