Kemendag Dorong UKM Manfaatkan Lokapasar Digital untuk Tembus Pasar Ekspor

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Morolop Nainggolan saat membuka kegiatan webinar dengan tema “To Go Global in Digital Era” yang diselenggarakan Kemendag bekerjasama dengan Ariseplus Indonesia dan Aspenku.com, Jum’at (15/10/2021).

JAKARTA (Tilongkabilanews.com) – Kementerian Perdagangan mendorong pelaku usaha, khususnya usaha kecil, dan menengah (UKM) memanfaatkan lokapasar digital untuk menembus pasar ekspor.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Morolop Nainggolan mengatakan, niaga elektronik menjadi salah satu media utama perdagangan global.

“Oleh karena itu, Kemendag bekerja sama dengan Ariseplus Indonesia membuat kajian mengenai hal tersebut dan secara berkelanjutan akan menyebarluaskan kepada
para pelaku usaha. Kemendag juga secara langsung akan berkolaborasi dengan platform digital agar hasil kajian tersebut dapat langsung diterapkan secara nyata,” ujar Marolop saat membuka kegiatan webinar dengan tema “To Go Global in Digital Era” yang diselenggarakan Kemendag bekerjasama dengan  Ariseplus Indonesia dan Aspenku.com, Jum’at (15/10/2021).

Menurut Marolop lebih lanjut, saat ini ekonomi digital di dunia, termasuk Indonesia tumbuh sangat pesat. Namun demikian, ungkap Marolop, kontribusi ekonomi digital masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional.

“Pada 2020, kontribusi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp632 triliun atau baru 4 persen dari produk  domestik bruto (PDB). Namun, pada 2030 nilai ini diperkirakan tumbuh delapan kali lipat menjadi Rp4.531 triliun atau 18 persen terhadap PDB,” jelasnya.

Marolop melanjutkan, Kemendag mendorong kontribusi UKM dalam aktivitas ekspor, sekaligus  meningkatkan jumlah UKM yang melakukan ekspor sebesar 1.500 UKM ekspor per tahun.

Hal ini tutur Marolop. memperlihatkan perlunya inovasi dalam meningkatkan partisipasi UKM Indonesia pada aktivitas ekspor.

Pada kesempatan itu Marolop menyampaikan harapannya agar Aspenku sebagai platform pemasaran digital terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha, khususnya UKM untuk dapat memasarkan produknya secara global sehingga terus maju dan berkembang.

“Kemendag melalui Ditjen PEN akan selalu siap mendukung pelaku usaha untuk memasuki pasar ekspor melalui niaga elektronik. Diharapkan kegiatan yang dilakukan kali ini dapat terus berkelanjutan dan menumbuhkan eksportir baru,” imbuhnya.

Pada sesi panelis, Fasilitator Perdagangan Kemendag Resti Diah Utami Resti memaparkan penelitian bersama Ariseplus Indonesia tentang peluang UKM Indonesia di pasar niaga elektronik Internasional.

‘’ Penelitian tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran UKM mengenai peluang di niaga elektronik. Sementara dari sisi pemerintah, penelitian bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengkoordinasikan kebijakan strategis terkait perdagangan niaga elektronik,’’ujar Resti.

Sementara Pendiri dan CEO Aspenku.com Rachmat S Marpaung memaparkan mengenai platform Aspenku.Aspenku, jelas Rachmat merupakan singkatan dari aplikasi penunjang ekspor nasional untuk Indonesiaku.

‘’Aspenku didirikan pada 2018 oleh sekelompok profesional yang memiliki pengalaman panjang sebagai eksportir. Saat ini terdapat 13 ribu toko yang terdaftar di Apenku dengan 73 kategori produk dengan lebih dari 20 ribu calon pembeli dari 98 negara,’’jelas Rachmat.

Dia menambahkan, Aspenku bertujuan untuk mempertemukan produsen, produsen, eksportir, dan pembeli yang mencari produk Indonesia berkualitas tinggi dalam satu platform bisnis.

Aspenku juga secara rutin mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) setiap tahun. Pada gelaran tahun ini, pameran perdagangan terbesar di Indonesia ini diselenggarakan secara digital. Pameran dilaksanakan secara daring interaktif pada 21 Oktober—4 November 2021  dan secara showcase pada 21 Oktober–20 Desember 2021.

“Tahun ini terdapat 60 UKM binaan Aspenku yang mengikuti TEI dengan harapan dan keyakinan akan menjadi langkah menuju pasar global,” imbuh Rachmat.

Sedangkan    CEO PT Nudira Sumber Daya Indonesia, Nursyamsu Mahyuddin mengemukakan mengenai program “Ekspor Barengan” melalui platform ekspor digital global. Ekspor Barengan merupakan terobosan untuk mengatasi tantangan biaya pengirMiman ke berbagai negara secara bersama. (Lili)